Modifikasi Karya Tari

  • Whatsapp

KABARPANDEGLANG.COM – Melalui gosip dari berbagai media serta melihat tari-tarian dan mendengarkan iringan tari dari banyak sekali tempat di Indonesia, akan melatih panca indera untuk lebih peka dalam mencicipi, menghayati, dan menghargai karya seni.

Lebih lanjut ialah menjadi lebih peka dalam memodifikasi tari, atau mengubah suatu tarian dan menghasilkan acuan garapan baru.Modifikasi tari dapat dilakukan melalui: modifikasi tari menurut hitungan, modifikasi tari menurut iringan tari, atau bahkan modifikasi tari menurut acuan lantainya.

Bacaan Lainnya

A. Modifikasi Tari Berdasarkan Hitungan

Salah satu acuan tari di Jawa Barat adalah tari Kandagan yang diciptakan oleh R. Tjetje Somantri. Kandagan berasal dari kata ‘kandaga’ dalam bahasa Sunda, yaitu kawasan komplemen atau barang berharga dan indah.

Dengan demikian Tari Kandagan yaitu kumpulan gerak-gerak indah dan berharga. Tari Kandagan merupakan tarian yang dibawakan oleh penari putri.  Tari ini merupakan kreasi gres dari pengembangan dari tari renggarini. Tari ini tergolong tarian putri yang karakternya gagah.

Modifikasi gerak tari Kandangan mampu dilakukan dengan memodifikasikan geraknya, dengan mengubah arah hadap, ruang, dan tenaga yang digunakan. Baik itu gerak kepala, tubuh, tangan dan kakinya. Dapat kau rangkaikan dan susun kembali menjadi sebuah tarian hasil ciptaanmu. Berikut urutan gerak tari Kandangan.

Melalui informasi dari berbagai media serta melihat tari Modifikasi Karya Tari
  • GERAK 1 (Gerak Calik Ningkat). Gerak ini dilakukan dimulai dari gilek, lontang kembar, ukel, sembah. Dilakukan dengan hitungan 1 sampai 8.
  • GERAK 2 (Gerak alung soder). Gerak ini dilakukan dimulai dari mengambil soder panjang, disampirkan di atas pergelangan tangan kiri. Lakukan dengan hitungan 1 sampai 4. Lanjutkan dengan gerak 3.
  • GERAK 3 (Gerak engke gigir). Gerak ini dilakukan dengan engke gigir ke kanan sambil mengayunkan soder sesuai dengan hitungan 5 hingga 8. Ulangi dengan arah yang sebaliknya dengan hitungan 1 sampai 4.
  • GERAK 4 (Gerak Mincid radea). Gerak ini dilakukan dimulai gerak kaki melangkah ditempat sambil mengayunkan soder di tangan Dilakukan dengan hitungan 1 sampai 8.
  • GERAK 5 DAN 6 ( Gerak Jangkung Ilo Bata Rubuh). Dilakukan dimulai mengayunkan pergelangan ajudan dengan hitungan 1 hingga 4 dan gerak obah pundak kanan kiri dengan hitungan 5 sampai 8. Dilakukan dengan arah sebaliknya.
  • GERAK 7 DAN 8 (Gerak Waliwis Mandi). Dinamakan waliwis mandi merupakan gerak memalsukan burung angsa yang sedang mandi.

B. Modifikasi Tari Berdasarkan Iringan

Musik iringan tari dibedakan menjadi musik iringan tari internal dan musik iringan tari eksternal. Musik internal ialah musik atau suara-bunyian yang berasal dari anggota tubuh, yaitu tepukan tangan atau tepukan ke anggota tubuh, jentikan jari, hentakan kaki ke tanah, dan sebagainya.

Contoh: Tari Saman (Aceh), Kecak (Bali). Musik eksternal yaitu bunyi-bunyian atau bunyi yang berasal dari alat musik atau instrumen, yakni gamelan. Keyboard, kendang, angklung, dan sebagainya. Contoh: Tari Kandagan (Jabar), Gandrung (Banyuwangi), dan sebagainya.

Indonesia memiliki bermacam-macam etnis dan setiap etnis memiliki lagu-lagu rakyat. Tentunya kalian ingat lagu yamko rabe yamko dari Papua, manuk dadali dari Jawa Barat, bungong jeumpa dari Aceh, ampar-ampar pisang dari Kalimantan Selatan. Lagu-lagu tersebut bisa dijadikan sebagai musik untuk mengiringi tari.

Pertama, perhatikan irama dan tempo lagu serta lirik lagu untuk menentukan tema tarian. Kedua, buat gerakan sesuaikan dengan iringan. Sebagai acuan lagu manuk dadali mengisahkan ihwal kegagahan burung garuda, dengan tempo sedang, irama riang dan gagah.

Kalian bisa gabungkan lagu tersebut dengan iringan gitar, tam-tam, perkusi atau instrumen lainnya Sudah tentu gerak tarinya harus menyesuaikan dengan tema kegagahan seekor burung. Yang penting tatkala kalian menciptakan gerak, jangan ragu, kembangkan daya hayal dan imajinasi, kalau perlu tambah properti tari yang bisa menguatkan tema kegagahan tersebut.

C. Modifikasi Tari Berdasarkan Pola Lantai

Pola lantai ialah teladan yang dibuat untuk memadukan gerakan penari ke arah yang ditentukan. Pada dasarnya teladan lantai tari kelompok/berpasangan mempunyai teladan lantai yang terdiri dari:

  • Pola lantai lurus vertikal (gerak/pose maju mundur secara vertikal).  Contoh pola lantai vertikal,pada tari seribu tangan dengan gerak yang sama, level yang berbeda
  • Pola lantai lurus horizontal ( gerak/pose berjajar ke samping kiri/kanan). Contoh acuan lantai horizontal, pada Tari Saman dengan gerak selang-seling (alternate)
  • Pola lantai diagonal (bergerak serong kiri/kanan). Contoh teladan lantai diagonal dengan gerak rampak serempak (unity) pada Tari Gandrung,
  • Pola lantai lengkungan (melingkar, setengah lingkaran, membuat lengkungan angka delapan, spiral). Contoh acuan lantai, lingkaran dengan gerak yang serempak (unity) pada tari Kecak dari Bali.

Setelah kau melakukan acara memodifikasi tarian, langkah selanjutnya yaitu kamu bantu-membantu satu kelas mempergelarkan hasil karyamu. Susunlah kepanitian mampu disusun seperti di bawah ini :

a. Ketua Pelaksana dan wakil ketua pelaksana :

  • Mengkoordinasikan seluruh kegiatan panitia pelaksana dan melaksanakan pendelegasian peran sesuai deskripsi peran kepanitiaan yang telah disepakati dalam seluruh rapat panitia.
  • Mengarahkan dan memegang kontrol terhadap jalannya kinerja kepanitiaan sesuai konsep perencanaan program yang telah disepakati dan masukan dari panitia penanggung jawab.
  • Memiliki wewenang penuh dalam hal penetapan keputusan teknis berdasarkan permufakatan bersama unsur pimpinan dalam kepanitiaan.
  • Melakukan pengawasan secara periodik terhadap jalannya panitia pelaksana, untuk selanjutnya menjadi bahan masukan dan motivasi bagi tiap-tiap bab dalam struktur panitia pelaksana.

b. Sekretaris :

Membawahi dan mengkoordinir secara eksklusif seksi sekretariat. Ema Mencatatkan nama anggota kelompok dan sinopsis tari yang akan ditampilkan. Sinopsis yaitu catatan pertunjukan tari yang berisi : judul tari, tema dan isi tari, sumber gerak tari yang dimodifikasi, dll.

c. Bendahara :

Bertanggungjawab penuh terhadap segala kegiatan panitia yang bersifat administratif keuangan.

d. Seksi Acara :

  • Menyusun konsep dan agenda acara berkoordinasi dengan ketua, dan sekretaris sebagai teladan dasar memilih arah dan alur proses aktivitas.
  • Persiapan mekanisme teknis aktivitas acara secara detail dan menyeluruh.
  • Koordinasi dengan semua seksi terkait sehubungan dengan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan selama program berlangsung.

e. Seksi Publikasi-Dokumentasi

  • Perencanaan dan konsep dokumentasi, alur teknis pelaksanaan.
  • Detail teknis pelaksanaan dan anggaran disususn oleh Koordinator seksi beserta anggotannya, berkoordinasi dengan ketua/sekretaris atau bendahara kepanitiaan serta seksi-seksi yang lain jika diharapkan

f. Seksi Perlengkapan

  • Mempersiapkan alat dan mekanisme perlengkapan bagi seluruh akseptor, sesuai dengan jadwal acara yang telah ditetapkan, lokasi acara, jumlah akseptor.
  • Mempersiapkan segala kelengkapan acara yang diperlukan selama aktivitas berlangsung.
  • Detail teknis pelaksanaan dan anggaran disususn oleh Koordinator seksi beserta anggotanya, berkoordinasi dengan ketua/sekretaris atau bendahara kepanitiaan serta seksi-seksi yang lain jikalau dibutuhkan.

g. Seksi Konsumsi

Mempersiapkan konsumsi untuk panitia dan peserta selama persiapan (H-3) dan selama aktivitas berlangsung.

h. Seksi Humas

Melakukan usaha yang bersifat informatif

Terima kasih telah membaca artikel di website kabarpandeglang.com, semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi kamu dan bisa dijadikan referensi. Artikel ini telah dimuat pada kategori pendididkan https://kabarpandeglang.com/topik/pendidikan/, Jangan lupa share ya jika artikelnya bermanfaat. Salam admin ganteng..!!

Pos terkait